Revitalisasi SDM UMKM Pesisir Melalui Ekonomi Biru dan Ekowisata Mangrove di Desa Tambaan Kota Pasuruan

Authors

  • Muhammad Tahajjudi Ghifary Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
  • Eva Mufidah Universitas Negeri Surabaya
  • Gandi Aswaja Yogatama Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
  • Prasetyo Alif Soeprawiro Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
  • Ardyan Wicaksana Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
  • Aisyah Asri Nurrahma Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
  • Dyajeng Puteri Woro Subagio Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

DOI:

https://doi.org/10.51213/jmm.v9i1.219

Keywords:

Ekonomi biru, UMKM, Mangrove, Pemberdayaan, Pesisir, blue economy, MSMEs, mangrove, empowerment, coastal

Abstract

Pengembangan sumber daya manusia (SDM) pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah pesisir menjadi strategi penting dalam mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan. Desa Tambaan Kota Pasuruan memiliki potensi ekonomi biru yang cukup besar melalui pemanfaatan sumber daya pesisir dan pengembangan ekowisata mangrove. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal akibat keterbatasan kapasitas SDM, rendahnya inovasi produk, serta lemahnya pengelolaan usaha dan kolaborasi antar pemangku kepentingan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SDM UMKM melalui pemaparan konsep ekonomi biru, pendampingan inovasi produk berbasis sumber daya lokal, serta penguatan manajemen usaha dan keuangan dengan melibatkan Karang Taruna sebagai aktor strategis di tingkat desa. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tahap persiapan, pemaparan materi, diskusi partisipatif, dan pendampingan praktik secara langsung kepada pelaku UMKM. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai ekonomi biru, berkembangnya inovasi produk berbasis hasil laut dan mangrove, serta meningkatnya kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya pengelolaan keuangan dan pemasaran usaha. Selain itu, terbentuk kolaborasi yang lebih kuat antara Karang Taruna, UMKM, dan pemerintah desa dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal berbasis keberlanjutan. Program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat kesadaran lingkungan di wilayah pesisir.

References

[1] S. Almaududi, “Blue Economy dalam Pemberdayaan Masyarakat Mencapai Sustainable Development Goals,” Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, vol. 7, no. 3, pp. 12057–12062, 2024.

[2] N. Nasir, M. Musa, and S. Harun, “Optimalisasi Blue Economy untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir: Studi Kasus di Kepulauan Sangkarrang,” Renewable Energy Issues, vol. 1, no. 1, pp. 1–9, 2024.

[3] V. Febryaningrum, S. Mayangsari, and M. Y. R. Pandin, “Peran Ekonomi Biru Dalam Memperkuat Ketahanan Ekonomi (Studi Kasus Kawasan Wisata Mangrove di Surabaya),” Jumek: Jurnal Manajemen dan Ekonomi Kreatif, vol. 2, no. 3, pp. 67–84, 2024.

DOI: 10.59024/jumek.v2i3.368

[4] K. Yuntini, K. N. I. Cahyani, N. P. G. A. K. Putri, and K. W. Oktaviani, “Optimalisasi Wisata Berbasis Blue Economy melalui Pemberdayaan Masyarakat, Digitalisasi Keuangan, dan Konservasi Terumbu Karang,” Jurnal Pengabdian Masyarakat, vol. 6, no. 3, pp. 480–492, 2026.

DOI: 10.47065/jpm.v6i3.2711

[5] P. Pamela, S. Minsas, B. Kurniadi, W. Warsidah, and M. S. Sofiana, “Implementasi Blue Economy melalui Kegiatan Budi Daya Rumput Laut Eucheuma cottonii di Wilayah Pesisir Pulau Lemukutan,” Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, vol. 7, no. 4, pp. 655–662, 2022.

DOI: 10.36312/linov.v7i4.971

[6] B. T. Rumahorbo, L. Tuhumena, D. Z. K. Wambrauw, Y. S. Battu, G. O. Karisoh, S. Umbekna, and K. G. Hehanussa, “Penerapan Blue Economy dalam Pengembangan Pendapatan Pelaku Usaha Perikanan di Kampung Hamadi Kota Jayapura,” Jurnal Abdi Insani, vol. 11, no. 3, pp. 1302–1314, 2024.

DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i3.1943

[7] J. Su, Y. Fang, and H. Yin, “Governance mechanisms in blue economy development,” Ocean & Coastal Management, vol. 218, p. 106012, 2022.

DOI: 10.1016/j.ocecoaman.2021.106012

[8] Y. Wang, X. Li, and Z. Chen, “Blue economy and sustainable marine development,” Journal of Cleaner Production, vol. 420, p. 138412, 2024.

DOI: 10.1016/j.jclepro.2023.138412

[9] L. M. Campbell, “Blue communities: A pathway for coastal governance,” Marine Policy, vol. 132, p. 104678, 2021.

DOI: 10.1016/j.marpol.2021.104678

[10] D. M. Alongi, “Carbon sequestration in mangrove forests,” Carbon Management, vol. 7, no. 1–2, pp. 67–73, 2016.

DOI: 10.1080/17583004.2016.1166426

[11] O. Supratman, R. Robin, and A. Adriyansyah, “Optimalisasi Potensi Blue Economy dengan Pengolahan Limbah Perikanan Menjadi Pakan Ikan,” Pusaka Abdimas, vol. 2, no. 1, pp. 1–8, 2025.

[12] R. Cohen, D. Brugere, and D. Soto, “Waste management in aquaculture systems,” Aquaculture Reports, vol. 14, p. 100199, 2019.

DOI: 10.1016/j.aqrep.2019.100199

[13] B. C. Herawati and S. Soraya, “Pengembangan ekowisata mangrove berbasis masyarakat dalam meningkatkan ekonomi lokal,” Jurnal Pariwisata Nusantara, vol. 5, no. 1, pp. 12–25, 2025.

[14] World Bank, “The Potential of the Blue Economy: Increasing Long-term Benefits of the Sustainable Use of Marine Resources,” Washington DC, 2020.

[15] G. Pauli, The Blue Economy: 10 Years, 100 Innovations, 100 Million Jobs. New Mexico: Paradigm Publications, 2010.

Downloads

Published

14-07-2026

How to Cite

Ghifary, M. T., Mufidah, E., Yogatama, G. A., Soeprawiro, P. A., Wicaksana, A., Nurrahma, A. A., & Subagio, D. P. W. (2026). Revitalisasi SDM UMKM Pesisir Melalui Ekonomi Biru dan Ekowisata Mangrove di Desa Tambaan Kota Pasuruan . JMM - Jurnal Masyarakat Merdeka, 9(1), 33–43. https://doi.org/10.51213/jmm.v9i1.219

Issue

Section

Articles