Analisis Kesediaan Membayar (Willingness To Pay) Masyarakat Untuk Teknologi Pengolahan Sampah di TPA Sebayar Kab. Natuna Dengan Pendekatan CVM (Contingent Valuation Method)
DOI:
https://doi.org/10.51213/jmm.v9i1.211Keywords:
Kesediaan membayar, Teknologi Pengolahan Sampah, Contingent Valuation Method, Kabupaten Natuna, Willingness to Pay, Waste Treatment Technology, Natuna RegencyAbstract
Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Natuna, dengan tujuan untuk mengetahui kesediaan membayar masyarat Kab. Natuna untuk penerapan teknologi pengolahan sampah, menghitung estimasi nilai willingness to pay (WTP) untuk mendukung penerapan teknologi pengolahan sampah di Kab. Natuna, dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi nilai WTP. Pendekatan yang digunakan adalah Contingent Valuation Method, dan untuk menguji hubungan kausal antara variabel bebas dan variabel terikat, metode regresi linear berganda digunakan. Berdasarkan hasil wawancara terhadap 50 responden diperoleh bahwa 96% responden bersedia membayar retribusi. Perkiraan besaran nilai kesediaan membayar (WTP) per KK per bulan masyarakat Kab. Natuna guna mendapatkan peningkatan pelayanan pengelolaan sampah berdasarkan setiap alternatif teknologi pengolahan adalah Sanitary Landfill sebesar Rp14.980,-; Komposting sebesar Rp.11.600-, dan Biodigester sebesar Rp15.480-,. Faktor-faktor yang berpengaruh adalah faktor sosio-ekonomi, seperti tingkat pendidikan dan pendapatan. Kedua faktor tersebut sangat berpengaruh signifikan untuk semua alternatif teknologi yang ditawarkan. Sementara faktor pengetahuan teknologi hanya berpengaruh pada teknologi Sanitary Landfill dan Komposting. Sementara itu, faktor jumlah anggota keluarga dan keyakinan terhadap teknologi tidak menunjukkan pengaruh yang berarti.
References
[1] Amurwarahruja, I. P. (2003). Analisis Teknologi Pengolahan Sampah dengan Proses Hirarki Analitik dan Metoda Valuasi Kontingensi (Studi Kasus Di Jakarta Timur). 1–23. http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/6974
[2] Annisa, T. M. (2017). Analisis kesediaan membayar (wtp) untuk mendukung ekowisata berkelanjutan di kawasan wisata gua pindul, kabupaten gunungkidul. 0–9. http://etd.repository.ugm.ac.id/
[3] Badan Standardisasi Nasional. (2002). SNI 19-2454-2002: Tata cara teknis operasional pengelolaan sampah perkotaan. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
[4] Carson, R. T. (2021). Contingent Valuation: A Comprehensive Review. Journal of Economic Literature, 59(2), 399-442.
[5] Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Natuna. (2024). Data Jumlah Penduduk Kabupaten Natuna Tahun 2024 Semester 1. Diakses dari https://disdukcapil.natunakab.go.id/data-jumlah-penduduk-kabupaten-natuna-tahun-2024-semester-1/
[6] Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Natuna. (2024). Laporan Pengelolaan Sampah di TPA Sebayar. Natuna: Dinas Lingkungan Hidup.
[7] Meegoda, J.N., Chande, C., & Bakshi, I. (2025). Biodigesters for Sustainable Food Waste Management. International Journal of Environmental Research and Public Health, 22(382). https://doi.org/10.3390/ijerph22030382
[8] Muryani. (2013). Penerapan Proses Hirarki Analitik dan Valuasi Ekonomi dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam (studi kasus: Taman Nasional Ujung Kulon, Banten). Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 23(1), 86-95.
[9] Santhy, C., Marthen, P., & Ruslan, R. (2015). Analisis Teknologi Pengolahan Sampah Di Kupang Dengan Proses Hirarki Analitik Dan Metode Valuasi Kontingensi. Jurnal Manusia Dan Lingkungan, 22(3), 350–356.
[10] Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah.
[11] Walpole. (1997). Pengantar Statistika Edisi ke-3. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
[12] Yones, I. (2007). Kajian Pengelolaan Sampah di Kota Ranai Ibu Kota Kabupaten Natuna Provnsi Kepulauan Riau. Diponegoro University Institutional Repository, 1–136.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JMM - Jurnal Masyarakat Merdeka

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
![]()
Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM) articles are published under license Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) .




